Student Exchange 2018 di 3 Negara
Lejitkan potensi siswa Wibraga dengan kunjungan ke luar negeri

By Didik Firmanto, S.Pd. 12 Apr 2018, 09:14:52 WIBKegiatan Siswa

Student Exchange 2018 di 3 Negara

Keterangan Gambar :


sdmuhwirobrajan3.sch.id - Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Wirobrajan 3, Bapak Cahyono, S. Ag. menyampaikan bahwa sekolah muhammadiyah memiliki 3 fungsi yaitu sebagai lembaga pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai lembaga dakwah, dan sebagai lembaga kaderisasi. Sebagai upaya mewujudkan Tri Fungsi tersebut diantaranya adalah menyelenggarakan program sister school .

Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan taufik kepada SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 yang akrab disebut dengan Wibraga untuk membuat program pembelajaran di Singapura, Malaysia, dan Thailand serta menjalin kemitraan dengan sekolah di Malaysia atau lazim disebut dengan istilah sister  school. Program sister school yang perdana ini, SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 berkesempatan untuki menjalin kemitraan dengan 2 sekolah di Malaysia  yaitu Sekolah Kebangsaan Syaikh Mohd Idris Al Marbawi di Perak, Malaysia dan Sekolah Kebangsaan Dato’ Wan Kemara, Kedah, Malaysia.

Namun sebelumnya, para siswa diajak untuk mempelajari tentang pentingnya air bagi kehidupan di Singapura. Pada kesempatan kali ini, para siswa Wibraga yang berjumlah 18 siswa berkunjung ke New Water untuk melihat dan belajar tentang pengolahan air limbah di Singupura. Para siswa melihat bagaiman air yang begitu kotornya bisa diolah dan disaring menjadi air yang sangat bersih dan siap untuk diminum tanpa dimasak. Setelah dari New Water, para siswa Wibraga diajak berkeliling di Singapura untuk melihat betapa rapid an bersihnya kota di Singapura walaupun tidak ada yang menjaga. 

Setelah Singapura, para siswa diajak untuk masuk ke Malaysia untuk menuju ke Melaka. Lagi dan lagi, para siswa semakin terbiasa dengan pengecekan di imigrasi. Di Melaka siswa akan menjadi saksi betapa bersihnya sungai di Melaka dengan menyisiri sungai Melaka dengan perahu. Para siswa Wibraga juga menyempatkan berkunjung ke beberapa museum di dareah Rumah Merah di Melaka.

Program setelah Melaka yaitu menjalin kemitraan dengan SK Syaikh Mohd Idris Al Marbawi di Perak Malaysia. Sekolah ini didirikan pada tahun 1890 zaman pemerintahan kolonial Inggeris, sebuah sekolah berdinding tepas dan beratapkan rumbia yang dibangun secara bergotong-royong dan pada saat itu dinamakan Sekolah Melayu Lubok Merbau. Sejumlah 30 orang murid belajar dengan Guru Besar atau dalam bahasa Indonesia berarti Kepala Sekolah yang pertama yaitu Bapak Megat Abu Samah bin Megat Muhammad. Sekolah Kebangsaan Lubok Merbau banyak melahirkan cendekiawan diantaranya ialah Syaikh Mohd Idris Al Marbawi bin Haji Abdul Rauf pengarang Kamus al-Marbawi yang terkenal di Malaysia maupun Indonesia. Oleh karena itu, Pada 26 November 1991, pihak sekolah telah mendapat ijin dari pemerintah Perak untuk mengganti nama sekolah menjadi Sekolah Kebangsaan Syeikh Mohd. Idris al-Marbawi.

SK Syaikh Mohd Idris Al Marbawi adalah sekolah yang asri, berhalaman rumput yang luas dan sederhana. Suasana yang sangat cocok untuk kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan di SK SMI ini diawali dengan siswa baris di halaman sekolah dalam keadaan duduk bersila beralaskan karpet persegi selebar kursi. Para siswa melakukan zikir dan  tadzkiroh bahkan setiap hari Jumat pagi mereka membaca yasin bersama. Kegiatan ini sangat terasa manfaatnya bagi siswa. Siswa yang tadinya susah diatur menjadi mudah diatur dan nurut. Hari pertama di SK SMI para siswa Wibraga diajak untuk bekajar membuat slime bersama siswa Al marbawi dengan intruksi berbahasa inggris.

Setelah itu adalah sesi istirahat. Saat istirahat, pihak SK SMI membagikan uang jajan sebesar RM 3 per anak untuk digunakan membeli makan dan minuman di kantin sekolah.

Setelah istirah para siswa Wibraga kembali melakukan kegiatan yaitu Explore-Minda Genius. Para siswa diabgi mejadi beberapa kelompok yang setelah itu diberi instruksi dalm bentuk teka-teki/puzzle yang hartus dipecahkan. Setelah instruksi terpecahkan, para siswa bersama kelompoknya akan melaksanakan instruksi yaitu mendatangi pos-pos untuk mendapatkan tugas berupa materi sains, matematika, social, fiqh.

Waktu Dhuhur pun tiba, para siswa diajak untuk sholat jamak dhuhur dan Ashar secara berjamaah di masjid Jami’ Al Marbawi dilanjut makan siang bersama di teras masjid. Suasana kekeluargaan dan keakraban yang sangat berkesan

Setelah makan bersama, para siswa kembali ke sekolah untuk mengikuti program mural dan mewarnai kenangan. Sedangkan para guru mengikuti sesi dialog bersama Guru SK SMI.

Waktu pulang ke asrama pun tiba. Para siswa tinggal di Asrama Mahasiswa Universitas Sultan Azlan Shah, Malaysia. Para siswa sholat jamak maghrib dan isyak di masjid kampus USAS dan makan malam bersama di teras masjid USAS. Selanjutnya pasa siswa berkunjung di salah satu panti asuhan di Kuala Kangsar, Perak.

Hari ke-2 anak-anak mengikuti senam bersama Milo dilanjutkan sarapan dengan menu roti canai. Setelah sarapan, anak dan para guru diperkenalkan dan praktik permainan Woodball. Kepala sekolah SK SMI menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan permainan woodball ke tingkat internasional. Setelah itu, sebagai mana biasa yaitu money time atau sesi bagi ringgi sebesar RM 3 untuk jajan di kantin sekolah. Sholat jamak dhuhur dan ashar kembali dibuat di masjid jami’ Al Marbawi dilanjut makan siang bersama di teras masjid. Setelah dari masjid anak dihantar kembali ke asrama untuk istirahat dan mempersiapkan performance pada farewell party malam itu.

Selepas dari SK SMI Al Marbawi, SD Muhammadiyah melanjutkan kunjungannya ke SK Dato’ Wan Kemara di Kedah, Malaysia bertepatan dengan program International ASEAN In Community Program (IAICP) yang dihadiri juga oleh sekolah bertaraf internasional dan sekolah dari Thailand. Para siswa diperkenalkan dengan budaya Malaysia dan Thailand.

Rombongan SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 pun menyempatkan langsung berkunjung masuk ke Thailand untuk melihat langsung budaya dan agama disana. Karena Thailand agama mayorityas adalah Budha, para siswa diajak untuk melihat dari dekat tempat ibadah umat budha di sana teriring doa semoga kelak kuil tersebut Allah rubah menjadi masjid. Para siswa wibraga melaksanakan sholat jamak di 2 masjid jami’ yaitu; Masjid Darul Huda dan Masjid Jami’ Songkhla.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Wirobrajan 3, Bapak Cahyono, S. Ag  menyampaikan bahwa semoga program ini bisa memberikan bekal pendidikan yang lebih kepada peserta didik, baik yang menjadi peserta secara langsung yaitu mendapat pengalanab empiric di 3 negara maupun para siswa lainnya yang akan mendapat pengimbasan pengalaman dari peserta program siter school.



Lihat semua komentar

Tulis sebuah komentar

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Bagaimana kualitas layanan di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 ?
  Sangat baik
  Baik
  Cukup baik
  Kurang baik

Komentar Terakhir

  • Wida

    Salut utk kelas 4B dan wali kelasnya, semoga anak2 makin sholih, Mr. Didik makin ...

    View Article
  • Kartika

    Keteguhan iman Saad bin Abi Waqosh luar biasa ....dg kelembutan dan kasih sayang ...

    View Article
  • Didik Firmanto

    Semoga tambah berkah, sukses buat Wibraga 👍😊 ...

    View Article
  • cahyono

    Barokallah Keluarga Besar IC ...

    View Article